f 2014 ~ Arifta - Zona Update

Manchester United

"I'm a Big Fans of Manchester United"

Renew Your Life

"Setiap orang ada masanya, dan setiap masa juga ada orangnya"

Possible

"Semua Bisa Ada di Genggaman Jika Berusaha dan Berdoa, Pantang Menyerah"

Yes I Can

"Nothing Impossible, Orang Lain Bisa, Kita Juga Harus Bisa"

Red Till Dead

Manchester United

Wednesday, 19 March 2014

Bagaimana Perkembangan Nanoteknologi di Indonesia?

Dalam menciptakan inovasi di bidang nanoteknologi, peneliti Indonesia tidak kalah dengan peneliti asing. Beberapa karya inovasi teknologi nano di Indonesia dipamerkan dalam R&D Ritech Expo 2010. Pameran yang berakhir Minggu (22/8) itu menampilkan sekitar 28 produk inovasi teknologi nano karya anak bangsa.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), misalnya, menampilkan plastik pengemas dan komponen elektrolit padat pada fuel cell yang dibuat dari komposit nano berbahan polimer. Bahan pengemas ini kedap air dan udara, sedangkan pada elektrolit pengantaran panas dan listriknya jauh lebih baik.
Sementara itu, peneliti di Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Kementerian Perindustrian (B4T Kemperin) berhasil membuat cat dari precipitated calcium carbonate (PCC) berskala nano. Penggunaan cat PCC membuat konstruksi bawah laut tahan gores, tahan kabut garam, dan sangat kedap air.
Sedangkan nanosilika yang dibuat Nurul Taufiqu Rochman dari Pusat Penelitian Fisika Terapan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ketika dicampur semen dapat menghasilkan beton yang berkekuatan dua kali kekuatan beton biasa.
Aplikasi nanomaterial juga dilakukan Andrea Marisi Dame Siahaan dari B4T Kemperin. Ia membuat lapisan penyebar (difuser) cahaya untuk lampu LED dari paduan senyawa nano BCNO (Boron Carbon Nitrogen Oxigen). Dengan pelapis nano ini, tingkat pencahayaan lampu LED berdaya 6 watt bisa menyamai lampu pijar 60 watt.
Nanomagnet juga tengah dirancang untuk sistem pembangkit listrik tenaga mikrohidro berkapasitas 5 kilowatt. Kepala Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) Kemperin Muhammad Firman memperkirakan, dalam dua tahun, nanomagnet sudah dapat diterapkan pada sistem tersebut. Nanomagnet akan memperkecil setengah diameter turbin, tetapi berkapasitas sama.
Sementara itu, material nano sudah berhasil disusupkan pada produk komersial yang dihasilkan industri nasional, antara lain pada layar kristal TV, sensor, tekstil, kosmetik, obat, dan makanan. Pada kosmetik, ada pelembab berbahan nanosel. Unsur nano ini dapat menutup keriput lebih baik dan mencerahkan wajah.
LIPI Menemukan Terobosan dalam Bidang Nanoteknologi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI mematenkan alat pembentuk nanopartikel, suatu temuan teknologi pembentuk partikel ukuran nanometer atau berukuran satu per satu miliar meter. Temuan ini menjadi terobosan penting dalam mencapai kemajuan di bidang industri dan lingkungan.


Dengan terobosan penting di bidang nanoteknologi itu, di antaranya dapat dicapai kemajuan di bidang teknologi transportasi berbahan bakar partikel hidrogen dan oksigen. Kedua partikel itu mudah diperoleh dari air, sedangkan limbah yang dihasilkan dari pembentukan energinya berupa air pula yang ramah lingkungan.

"Alat pembentuk nanopartikel dapat digunakan pula untuk bahan mineral, logam, keramik, obat-obatan, dan sebagainya. Pada dasarnya, dengan kemampuan mengetahui karakter nanopartikel, masing-masing bidang dapat diarahkan untuk mencapai kemajuan teknologi yang lebih efisien, hemat, dan ramah lingkungan," kata Ketua Masyarakat Nanoteknologi Indonesia Nurul Taufiqu Rochman, pada Simposium Nanoteknologi dan Katalis Internasional di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangerang, Kamis (14/6).

Nurul mencontohkan hasil penelitian nanopartikel baja yang sedang ditekuninya. Dari hasil penelitiannya itu, nanopartikel baja diarahkan untuk membentuk materi baja yang lebih ringan dan hemat. Tetapi, kualitas baja itu tidak berkurang, bahkan partikel nano dalam baja mampu menambah kekuatannya.

"Penelitian nanopartikel baja ini dapat mengurangi bobot mobil mencapai 30 persen, tanpa mengurangi kekuatannya. Begitu pula, pengurangan bobot baja tanpa mengurangi kekuatannya sangat bermanfaat seperti pada pengembangan konstruksi-konstruksi bangunan yang terus berkembang saat ini," kata Nurul.

Kepala Bidang Nanokimia Masyarakat Nanoteknologi Indonesia Enya Dewi mengatakan, nanoteknologi sangat bermanfaat untuk pengembangan teknologi masa depan yang mampu menunjang kelestarian lingkungan.

Di bidang nanokimia, Enya salah satunya sedang menekuni pemanfaatan persenyawaan hidrogen dan oksigen yang membentuk air.

Pada proses persenyawaan antara hidrogen dengan oksigen itu dapat dihasilkan energi. Energi itu dapat dialihkan menjadi energi gerak yang bermanfaat dalam pengembangan teknologi transportasi.

"Nanoteknologi di bidang nanokimia memiliki kontribusi penting dalam pengembangan energi yang ramah lingkungan," kata Enya.

Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, dalam sambutan pembukaan simposium yang dibacakan Deputi Bidang Perkembangan Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bambang Sapto Pratomosunu, mengatakan, nanoteknologi merupkan suatu paradigma baru dalam pengembangan teknologi yang akan terus berkembang pesat pada masa mendatang.

"Perkembangan teknologi handphone (telepon genggam), laptop, media penyimpan data berkapasitas tinggi, serta piranti elektronik lainnya, tak dapat disangkal merupakan contoh nyata kontribusi nanoteknologi," kata Kusmayanto.

Berbagai produk nanoteknologi lain, dijelaskan Kusmayanto, diantaranya temuan sel saraf tiruan yang dapat menggantikan sel saraf manusia yang rusak. Produk nanoteknologi itu merupakan pengembangan transistor nanotube untuk penguatan sinyal. (NAW)

Sumber :
Kompas Cybermedia, 15 Juni 2007
http://teknologitinggi.wordpress.com/2010/09/02/banyak-inovasi-baru-pada-bidang-nano-teknologi-di-indonesia/

Nanoteknologi? Ini Dia :

Sejarah Teknologi Nano
  1. Pertama kali konsep nanoteknologi diperkenalkan oleh Richard Feynman pada sebuah pidato ilmiah yang diselenggarakan oleh American Physical Society di Caltech (California Institute of Technology), 29 Desember 1959. dengan judul “There’s Plenty of Room at the Bottom”.
  2. Richard Feynman adalah seorang ahli fisika dan pada tahun 1965 memenangkan hadiah Nobel dalam bidang fisika.
  3. Istilah nanoteknologi pertama kali diresmikan oleh Prof Norio Taniguchi dari Tokyo Science University tahun 1974 dalam makalahnya yang berjudul “On the Basic Concept of ‘Nano-Technology’,” Proc. Intl. Conf. Prod. Eng. Tokyo, Part II, Japan Society of Precision Engineering, 1974.“
  4. Pada tahun 1980an definisi Nanoteknologi dieksplorasi lebih jauh lagi oleh  Dr. Eric Drexler melalui bukunya yang berjudul “Engines of Creation:  The coming Era of Nanotechnology”.


Nanoteknologi

Teknologi-Nano adalah pembuatan dan penggunaan materi atau devais pada ukuran sangat kecil. Materi atau devais ini berada pada ranah 1 hingga 100 nanometer (nm). Satu nm sama dengan satu-per-milyar meter (0.000000001 m), yang berarti 50.000 lebih kecil dari ukuran rambut manusia. Saintis menyebut ukuran pada ranah 1 hingga 100 nm ini sebagai skala nano (nanoscale), dan material yang berada pada ranah ini disebut sebagai kristal-nano (nanocrystals) atau material-nano (nanomaterials).
Skala nano terbilang unik karena tidak ada struktur padat yang dapat diperkecil. Hal unik lainnya adalah bahwa mekanisme dunia biologis dan fisis berlangsung pada skala 0.1 hingga 100 nm. Pada dimensi ini material menunjukkan sifat fisis yang berbeda; sehingga saintis berharap akan menemukan efek yang baru pada skala nano dan memberi terobosan bagi teknologi.
Beberapa terobosan penting telah muncul di bidang nanoteknologi. Pengembangan ini dapat ditemukan di berbagai produk yang digunakan di seluruh dunia. Sebagai contohnya adalah katalis pengubah pada kendaraan yang mereduksi polutan udara, devais pada komputer yang membaca-dari dan menulis-ke hard disk, beberapa pelindung terik matahari dan kosmetik yang secara transparan dapat menghalangi radiasi berbahaya dari matahari, dan pelapis khusus pakaian dan perlengkapan olahraga yang dapat meningkatkan kinerja dan performa atlit. Hingga saat ini para ilmuwan yakin bahwa mereka baru menguak sedikit dari potensi teknologi nano.
Teknologi nano saat ini berada pada masa pertumbuhannya, dan tidak seorang pun yang dapat memprediksi secara akurat apa yang akan dihasilkan dari perkembangan penuh bidang ini di beberapa dekade kedepan. Meskipun demikian, para ilmuwan yakin bahwa teknologi nano akan membawa pengaruh yang penting di bidang medis dan kesehatan; produksi dan konservasi energi; kebersihan dan perlindungan lingkungan; elektronik, komputer dan sensor; dan keamanan dan pertahanan dunia.

Sumber : http://javaherbalalami.blogspot.com/p/blog-page_19.html

Tuesday, 18 March 2014

Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Ombak



pembangkit listrik tenaga ombak


Selama lebih dari 200 tahun penemu di seluruh dunia berlomba lomba telah mengajukan paten untuk teknologi pembangkit listrik tenaga ombak, sehingga tampaknya agak heran bahwa sumber daya energi terbarukan ini indonesia belum mampu untuk mengoptimalkanya, dengan mayoritas laut yang dimiliki seharusnya indonesia bisa mengoptimalkan pembangkit listrik tenaga ombak ini untuk menyuplai listrik di 13.000 lebih pulau di indonesia.

Tantangan utama adalah membangun sebuah sistem yang ekonomis dan menarik ditengah begitu banyak produksi energi dari teknologi lain (bahan bakar fosil nuklir) yang menerima subsidi dan sudah memiliki infrastruktur di berbagai negara. Ada beberapa pembangkit listrik tenaga ombak di beberapa tempat di seluruh dunia : Kepulauan Faroe, Islay, Skotlandia, Oahu, Hawaii (Memberikan kekuatan untuk Korps Marinir AS basis di sana), Santo, Spanyol, Portugal, dan bahkan di inggris mereka sudah mampu membuat pembangkit listrik tenaga ombak komersial pertama  yang bernama "wave farm".



Dewan Energi Dunia memperkirakan bahwa kekuatan pembangkit listrik tenaga ombak bisa menghasilkan energi listrik dalam setahun 2.000 kali dari energi yang dihasilkan pembangkit berbahan bakar minyak, gas, batubara dan nuklir . dengan menghasilkan sebanyak 2 terawatts (yang 1 triliun watt) .

Tidak setiap negara adalah potensial  untuk pembangkit listrik tenaga ombak. Lokasi utama yang diidentifikasi adalah Skotlandia, Kanada bagian utara, Afrika Selatan, dan Atlantik Timur Laut dan Pacific Northwest Amerika Serikat. Para ahli telah memperkirakan bahwa sistem gelombang listrik di Pacific Northwest saja bisa menghasilkan hingga 70 kW per meter garis pantai.

Sumber : http://1001sumberenergi.blogspot.com/2013/05/mengenal-pembangkit-listrik-tenaga-ombak.html

Potensi Energi Alternatif Bengkulu Belum Dioptimalkan

Bengkulu memiliki potensi energi yang cukup besar. Potensi energi ini bisa dikembangakan utuk memajukan ekonomi masyarakat di Bengkulu. Potensi energi yang bisa dikembangkan di Bengkulu adalah pemanfaatan kotoran ternak sapi untuk biogas.

Namun pengembangan  biogas di Bengkulu masih terhambat oleh pola beternak yang  memelihara sapi tanpa kandang. Padahal biogas dihasilkan dari kotoran sapi yang terkumpul. Di daerah lain seperti di Jawa, peternakan sapi terpusat dikandang. Kalau di Bengkulu, biogas masih sulit diterapkan karena ternak dilepas, sehingga kotoran sapi tercecer.

Deputi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bidang Ilmu Pengetahuaan Teknik, Syahrul Aiman, mengatakan, Lipi akan menurunkan tim peneliti untuk melihat sejauh mana potensi pengembangan biogas di Bengkulu."Jika kendala pola beternak bisa dirubah dengan mengandangkan ternak sapi, kotoran bisa terkumpul, lalu diolah menjadi biogas," kata Syahrul, dilansir harian KONTAN (01/10).

Pemanfaatan biogas terbukti memadai sebagai pengganti elpiji untuk keperluan rumah tangga. Selain energi biogas, masih ada potensi energi lain yang dapat dikembangkan oleh Provinsi Bengkulu. Energi itu adalah geotermal (panas bumi) dan energi listrik dari ombak pantai yang besar.(As/KTN)

Sumber : http://energitoday.com/2013/10/01/potensi-energi-alternatif-bengkulu-belum-dioptimalkan/

Tips Menghemat Uang Bulanan Anak Kost

Anak kost? Susah untuk berhemat? Nah, jika ya, monggo baca tips berikut, siapa tau kalian bisa jadi menghemat uang bulanan kalian :D Berikut tipsnya :
1. Rencanakan dengan matang pengeluaran kamu sebulan ke depan.
Kita ambil kecenderungan rata-rata anak kost, yaitu dikasih uang saku untuk sebulan / bulanan. Tentu harus diperhitungkan dengan matang pengeluaran yang ada. Biasanya anak kost sembarangan dalam mengeluarkan uang di awal bulan -saat kamu merasa sangat kaya- lalu harus terlilit utang di akhir bulan. Atau minimal, makan ayam di awal bulan lalu makan nasi kerupuk di akhir bulan. Seharusnya hal seperti itu tidak boleh terjadi. Karena itulah, sangat disarankan untuk selalu menyusun rencana pengeluaran dan prioritas yang diambil.
Misalnya, prioritas utama kita adalah makan sehari-hari (bukan makan sambil nongkrong di tempat mahal), maka buatlah anggaran seharinya habis berapa. Sesuaikan anggaran sehari itu dengan uang saku yang kamu miliki. Biar tidak berat pasang daripada tiang. Setelah rencana kebutuhan makan teprenuhi, baru pikirkan prioritas lainnya, seperti bensin, alat mandi, dll. Setelah semua kebutuhan hidupmu terpenuhi, barulah memikirkan anggaran untuk bersenang-senang. Tidak masalah kalau mau nongkrong, asalkan sudah kamu hitung bahwa uang yang dihabiskan untuk main-main ini tidak akan menggerogoti anggaran pokokmu. Jangan lupa juga untuk selalu menabung untuk bersiap-siap jika ada hal yang terjadi mendadak.
2. Kenali Daerahmu
Mulai sekarang kamu sudah jadi anak kost. Artinya, daerah kost juga sudah menjadi daerahmu. Kamu harus mengenali dengan baik daerahmu itu. Jadikanlah daerah kost sebagai daerah kekuasaanmu.
Dengan mengenali daerah kostmu, artinya pengeluaranmu akan lebih stabil. Kamu harus tahu mana tempat makan yang paling murah dan enak di sekitar kostmu. Begitu juga dengan usaha jasa lain yang ditawarkan. Misalnya tempat nge-print bagi kamu yang tidak punya printer. Bagi kamu yang punya printer pun, kamu harus tahu tempat isi ulang tinta yang murah dan berkualitas di mana. Dapatkan info-info dari teman kostmu, seniormu, atau bapak/ibu kost yang sudah lama berada di tempatmu sekarang.
Jangan sampai kamu yang sudah jadi anak kost, malah belanja di tempat dengan ‘harga turis’ yang pasti harganya selangit. Misal, anak jogja kok beli pecel di Malioboro atau beli bakpia di dekat bandara, ya pasti dapat harga mahal. Anak kost harus berani ‘blusukan’. Sekali lagi, kuasai daerah sekitar kost mu! Mulai sekarang itu adalah daerah kekuasaanmu.
3. Mandiri
Sebenarnya ini adalah syarat mutlak jika ingin dapat mengelola keuangan untuk anak kost. Tanpa kemandirian, sudah pasti anggaran kehidupanmu di kost akan membengkak. Pakaian kotor di laundry, sepuluhribu harusnya bisa buat 20 kali cuci, jadi cuma buat dua kali cuci. Apa dikit pilih bayar orang, jalan dikit ke kampus gag mau, mending nelpon taxi, ya udah mau gimana lagi? Pasti uang habis hanya untuk gaya hidup yang seharusnya tidak dipraktekkan oleh anak kost.
Hayo ngaku, siapa yang suka bayar temannya buat sekedar bersihin kamar kostnya?
4. Bekerja-samalah dengan tetangga kostmu
Tetangga kost di sini bukan orang yang ngekost di sebelah rumah kost-an bapak kost mu loh. Tapi teman-teman satu kost-an mu. Bekerja sama dengan mereka itu penting, sebab itu bisa menghemat banyak budgetmu.
Anak kost itu perputaran uangnya jauh lebih besar dan sering dianggap konsumtif karena dia membeli apa-apa yang dipakai untuk satu orang. Bandingkan dengan gaya hidup di rumah, membeli apa-apa yang bisa dipakai sekeluarga, hasilnya jadi lebih murah deh. Karena itu, jika anak kost bisa mengakali untuk membeli kebutuhan bersama, pasti lebih hemat deh.
Contoh : untuk kebutuhan air, beli aja dalam satuan galon. Jangan beli yang botolan, memang diawal terasa murah, tapi lama kelamaan bakalan ketahuan kalau itu boros. Nah, supaya enteng beli galonnya, ajaklah teman kostmu untuk patungan beli galon. Begitu juga dengan alat-alat yang bisa dipakai bersama seperti pasta gigi (bukan sikat gigi loh!), sabun cuci, pembersih lantai, dan lain-lain. Beli semuanya dalam kapasitas yang besar, pasti jatuhnya akan lebih murah.
Permasalahan yang sering terjadi dengan pembelian volume besar adalah nanti jadi boros. Untuk mengakalinya, kembali pada tips nomer satu tadi, yaitu direncanakan dengan matang. Apa-apa itu kalau direncanakan dengan benar pasti bakalan bener kok hasilnya :)
5. Jangan cari pacar yang matre
Ini juga penting nih. Kamu mungkin sudah merencanakan semuanya dengan baik, sudah hafal warung mana saja yang paling murah, sudah berusaha mandiri sekuat mungkin, sudah bekerja sama dengan teman kost-mu, tapi jika kemudian kamu punya pacar matre, semuanya akan sia-sia!
Pastikan calon pacarmu itu tidak suka morotin kamu, apalagi sudah tahu kalau kamu anak kost. Malah, sebaiknya carilah pacar yang loyal. Sering ngirim makanan ke kost, atau ngajak makan dan dia yang bayarin. (loh, kok malah jadi kamu yang matre?)
Ya itulah, akan lebih baik jika kamu tidak pacaran. Ingat-ingat lagi, apa tujuan kamu datang ke kotamu sekarang dan ngekost.
Sumber : http://agfian.wordpress.com/2012/09/16/5-tips-mengelola-keuangan-untuk-anak-kost/

Ada Hewan Seperti Tikus atau Kadal di Planet Mars?

Sebuah bebatuan di Planet Mars memiliki kemiripan dengan hewan pengerat. Entah karena kemiripan itu, cerita bahwa tikus hidup di Mars, kini ramai diperbincangkan di Internet.

Bahkan, situs berita tersohor turut memberitakannya, seperti Discovery News, Fox News, dan Space.

Yang pertama kali membeberkan bahwa ada tikus di Planet Mars adalah Scott C. Waring, seorang blogger sains. Temuan itu ia dapatkan setelah melihat foto yang diambil oleh kendaraan robotik NASA, Rover Curiosity, pada bulan September 2012.

Melansir Space, 4 Juni 2013, Waring menuliskan di laman spesialis UFO Sightings Daily, bahwa ada hewan lucu di Mars. Hewan itu memiliki mata, pipi, hidung, telinga, kaki, dan perut.
"Tampak seperti tikus. Ia bersembunyi di balik bebatuan dan pasir di Mars," tulis Waring di UFO Sightings Daily.

Dalam tulisan terbarunya, Waring pun mengatakan, NASA bisa saja diam-diam mengirimkan tikus ke Mars.

"Itu (pengiriman tikus) bisa jadi uji coba yang dilakukan diam-diam oleh NASA. Mengapa NASA tidak memberitahukan hal ini pada publik?" tulis Waring.


Peneliti Membantah

Banyak orang yang percaya bahwa di Mars memang ada seekor tikus, atau menyerupai tikus. Namun, beberapa peneliti mengatakan, penampakan tikus di Mars adalah sebuah fenomena psikologis yang biasa disebut pareidolia.

Pareidolia mengacu pada kecenderungan otak manusia melihat bentuk hewan atau benda pada sebuah gambar yang samar-samar atau acak.

Menurut para peneliti, sangat tidak mungkin tikus, tupai, atau kadal, dapat bertahan hidup di suhu sedingin planet Mars. Yang mungkin hidup di sana hanya mikroba yang baru-baru ini ditemukan di Kanada.


Sumber : http://mulutburung.blogspot.com/2013/09/ada-tikus-di-planet-mars.html

Sunday, 16 March 2014

BIOGAS

        Pada zaman modern seperti saat ini, energi merupakan permasalahan yang krusial. Dengan pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, konsumsi atau permintaan energi pastinya juga meningkat, dimana dapat berakibat membuat makin menipisnya sumber cadangan minyak dunia. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak ini, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden RI No. Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai bahan bakar minyak. Kebijakan tersebut menekankan pada sumber daya yang dapat diperbaharui sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak. Kebijakan seperti ini harusnya sudah sejak dari dulu harus dikeluarkan, karena pasokan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi merupakan sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable). Salah satu sumber energi alternatif ini adalah Biogas.
Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya  kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Komposisi dari biogas adalah 50-55% Metana (CH4), 25-45% Karbon Dioksida (CO2), 0-0,3% Nitrogen (N2), 1-5% Hidrogen Sulfida (H2S), dan 0,1-0,5% Oksigen (O2). Nilai kalori dari 1 m3 Biogas disajikan dalam tabel berikut ini :

Dengan kesetaraan yang seperti itu, Biogas sangat cocok digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG, minyak tanah, Solar, Bensin, Butana, Batu bara maupun bahan-bahan lain yang berasal dari fosil apabila kita dapat mengolahnya seoptimal mungkin. Dilihat dari komposisinya, biogas sebagian besar tersusun atas Metana (CH4) dengan rentang sekitar 50-55%. Gas Metana ini terbentuk karena proses fermentasi yang terjadi secara anaerobik (tanpa melibatkan oksigen) dengan bantuan bakteri. Proses ini biasa disebut juga sebagai anaerobik digestion. Gas metana sama dengan gas elpiji (liquidified petroleum gas/LPG), perbedaannya adalah gas metana mempunyai satu atom C, sedangkan elpiji memiliki atom C yang lebih banyak. Selain itu, salah satu alasan kuat yang lainnya adalah biogas merupakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Biogas dapat dikatakan merupakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan disebabkan karena biogas terbuat dari bahan-bahan alami, seperti kotoran hewan dan manusia, serta limbah-limbah organik lain. Karbon dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh fotosintesis tanaman, sehingga bila dilepaskan kembali ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon di atmosfer. Biogas juga tidak menghasilkan limbah yang bisa mencemari lingkungan. Gas
metana dalam biogas bisa terbakar sempurna. Sebaliknya, gas metana dalam bahan  bakar fosil tidak dapat terbakar dengan sempurna dan dapat membahayakan lingkungan. Seperti yang kita ketahui metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang bisa menyebabkan global warming. Sehingga apabila kita mengoptimalkan biogas ini, kita bisa mencegah resiko terjadinya global warming. Limbah dari biogas juga dapat digunakan sebagai pupuk. Limbah biogas, yaitu kotoran ternak yang telah hilang gasnya (slurry) merupakan pupuk organik yang sangat kaya akan unsur-unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.
Berdasarkan bahan baku yang diperlukan dan teknik pembuatan biogas ini, instalasi biogas dapat dibuat  dimanapun dan dapat dihasilkan dimanapun juga. Instalasi biogas dapat dibuat dalam bentuk yang sederhana dan murah, ataupun dalam bentuk yang sedang hingga dalam skala besar untuk kepentingan yang lebih luas juga tentunya.
Pembuatan dan penggunaan biogas sebenarnya sudah dikenal sejak lama, terutama di kalangan petani Inggris, Rusia dan Amerika Serikat. Sedangkan di Benua Asia seperti di negara India, sejak masih dijajah Inggris sudah menjadi pelopor dan pengguna energi biogas yang sangat luas, bahkan sudah disatukan dengan WC biasa. Kebudayaan Mesir, China, dan Roma kuno diketahui telah memanfaatkan gas alam ini yang dibakar untuk menghasilkan panas. Orang pertama yang mengaitkan gas bakar ini dengan proses pembusukan bahan sayuran adalah Alessandro Volta pada tahun 1776. Kemudian pada tahun 1806, Willam Henry dapat mengidentifikasi gas yang dapat terbakar tersebut sebagai methan. Becham pada tahun 1868 salah seorang murid Louis Pasteur dan Tappeiner pada tahun 1882, memperlihatkan asal mikrobiologis dari pembentukan methan (Rahman, 2005).
Pada akhir abad ke-19 beberapa riset dalam bidang ini dilakukan. Jerman dan Perancis melakukan riset pada masa antara dua Perang Dunia. Beberapa unit pembangkit biogas telah dibangun dengan memanfaatkan limbah pertanian. Selama Perang Dunia II banyak petani di Inggris dan Benua Eropa yang membuat digester kecil untuk menghasilkan biogas yang digunakan untuk menggerakkan traktor. Kegiatan produksi biogas di India telah dilakukan semenjak abad ke 19. Diperoleh informasi juga bahwa alat pencerna anaerobik atau disebut digester pertama kali dibangun pada tahun 1900. Negara berkembang seperti China, Filipina, Korea, Taiwan, dan Papua Niugini, telah melakukan berbagai riset dan pengembangan alat pembangkit gas bio dengan prinsip yang sama, yaitu menciptakan alat yang kedap udara dengan bagian-bagian pokok terdiri atas pencerna (digester), lubang pemasukan bahan baku (inlet) dan pengeluaran lumpur(outlet) sisa hasil pencernaan (slurry) dan pipa penyaluran gas bio yang terbentuk. Sekitar  tahun 1950 pemakaian biogas di Eropa ditinggalkan, karena harga BBM semakin murah dan mudah memperolehnya. Demikian juga di negara-negara berkembang, sumber energi selalu tersedia dengan harga yang murah (FAO, 1981; Rahman, 2005). Namun saat ini, dengan meningkatnya harga minyak di dunia dan kekhawatiran akan habisnya cadangan minyak dunia, maka hampir semua negara kembali melakukan upaya pencarian sumber energi alternatif dan salah satunya adalah biogas. 
Di Indonesia, program pengembangan dan pemanfaatan biogas mulai digalakkan pada awal tahun 1970. Pengembangan tersebut  bertujuan untuk memanfaatkan limbah dan biomassa lainnya dalam rangka mencari sumber energi lain di luar kayu bakar dan minyak tanah. Namun program tersebut tidak berkembang meluas di masyarakat. Hal ini disebabkan karena masyarakat pada waktu itu masih mampu membeli minyak tanah dan gas LPG, untuk kepentingan sehari-hari, disamping itu biaya pembuatan satu unit instalasi biogas  relatif tinggi.
Di beberapa negara di Eropa, biogas ini telah digunakan secara optimal sebagai pembangkit listrik di Erpoa. Bayangkan saja, produksi biogas listrik Erpoa pada tahun 2006 adalah 17.272 GWh per tahun, dimana 7.338 GWh hanya diproduksi oleh Jerman saja. Bagaimana dengan sekarang? Biogas sekarang mewakili 1,2% dari produksi tahunan listrik dan hampir 10% dari energi terbarukan (biomassa lainnya). Instalasi dari Biogas secara global diperkirakan akan mencapai pertumbuhan moderat selama 12 tahun ke depan.

Daftar Pustaka

Anonim. Biogas. Online : http://www.anneahira.com/biogas.htm. Diakses pada tanggal 15 Maret 2014.
Rahman, Burhani. 2005. Biogas, Sumber Energi Alternatif. Online : http://www.energi.lipi. go.id/utama.cgi?artikel&1123717100&4. Diakses pada tanggal 15 Maret 2014.
Syah, Johan. 2011. Makalah Biogas. Online : http://ekologimanusia.blogspot.com /2011/12/makalah-biogas.html. Diakses pada tanggal 15 Maret 2014.
Sasongko, Wahyu. 2009. Teknik Pembuatan Biogas Sederhana. Online : http://biogas sederhana.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 15 Maret 2014.

Yuniawan. 2013. Pemanfaatan Biogas dan Perkembangannya. Online : http://bbpkhcinagara. bppsdmp.deptan.go.id/component/k2/item/50-pemanfaatan-biogas-dan-perkembang annya.html. Diakses pada tanggal 15 Maret 2014.