Wednesday, 22 April 2015
Wednesday, 19 March 2014
Bagaimana Perkembangan Nanoteknologi di Indonesia?
18:13
No comments
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), misalnya, menampilkan plastik pengemas dan komponen elektrolit padat pada fuel cell yang dibuat dari komposit nano berbahan polimer. Bahan pengemas ini kedap air dan udara, sedangkan pada elektrolit pengantaran panas dan listriknya jauh lebih baik.
Sementara itu, peneliti di Balai Besar Bahan dan Barang Teknik Kementerian Perindustrian (B4T Kemperin) berhasil membuat cat dari precipitated calcium carbonate (PCC) berskala nano. Penggunaan cat PCC membuat konstruksi bawah laut tahan gores, tahan kabut garam, dan sangat kedap air.
Sedangkan nanosilika yang dibuat Nurul Taufiqu Rochman dari Pusat Penelitian Fisika Terapan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ketika dicampur semen dapat menghasilkan beton yang berkekuatan dua kali kekuatan beton biasa.
Aplikasi nanomaterial juga dilakukan Andrea Marisi Dame Siahaan dari B4T Kemperin. Ia membuat lapisan penyebar (difuser) cahaya untuk lampu LED dari paduan senyawa nano BCNO (Boron Carbon Nitrogen Oxigen). Dengan pelapis nano ini, tingkat pencahayaan lampu LED berdaya 6 watt bisa menyamai lampu pijar 60 watt.
Nanomagnet juga tengah dirancang untuk sistem pembangkit listrik tenaga mikrohidro berkapasitas 5 kilowatt. Kepala Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) Kemperin Muhammad Firman memperkirakan, dalam dua tahun, nanomagnet sudah dapat diterapkan pada sistem tersebut. Nanomagnet akan memperkecil setengah diameter turbin, tetapi berkapasitas sama.
Sementara itu, material nano sudah berhasil disusupkan pada produk komersial yang dihasilkan industri nasional, antara lain pada layar kristal TV, sensor, tekstil, kosmetik, obat, dan makanan. Pada kosmetik, ada pelembab berbahan nanosel. Unsur nano ini dapat menutup keriput lebih baik dan mencerahkan wajah.
LIPI Menemukan Terobosan dalam Bidang Nanoteknologi
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI mematenkan alat pembentuk nanopartikel, suatu temuan teknologi pembentuk partikel ukuran nanometer atau berukuran satu per satu miliar meter. Temuan ini menjadi terobosan penting dalam mencapai kemajuan di bidang industri dan lingkungan.
Dengan terobosan penting di bidang nanoteknologi itu, di antaranya dapat dicapai kemajuan di bidang teknologi transportasi berbahan bakar partikel hidrogen dan oksigen. Kedua partikel itu mudah diperoleh dari air, sedangkan limbah yang dihasilkan dari pembentukan energinya berupa air pula yang ramah lingkungan.
"Alat pembentuk nanopartikel dapat digunakan pula untuk bahan mineral, logam, keramik, obat-obatan, dan sebagainya. Pada dasarnya, dengan kemampuan mengetahui karakter nanopartikel, masing-masing bidang dapat diarahkan untuk mencapai kemajuan teknologi yang lebih efisien, hemat, dan ramah lingkungan," kata Ketua Masyarakat Nanoteknologi Indonesia Nurul Taufiqu Rochman, pada Simposium Nanoteknologi dan Katalis Internasional di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangerang, Kamis (14/6).
Nurul mencontohkan hasil penelitian nanopartikel baja yang sedang ditekuninya. Dari hasil penelitiannya itu, nanopartikel baja diarahkan untuk membentuk materi baja yang lebih ringan dan hemat. Tetapi, kualitas baja itu tidak berkurang, bahkan partikel nano dalam baja mampu menambah kekuatannya.
"Penelitian nanopartikel baja ini dapat mengurangi bobot mobil mencapai 30 persen, tanpa mengurangi kekuatannya. Begitu pula, pengurangan bobot baja tanpa mengurangi kekuatannya sangat bermanfaat seperti pada pengembangan konstruksi-konstruksi bangunan yang terus berkembang saat ini," kata Nurul.
Kepala Bidang Nanokimia Masyarakat Nanoteknologi Indonesia Enya Dewi mengatakan, nanoteknologi sangat bermanfaat untuk pengembangan teknologi masa depan yang mampu menunjang kelestarian lingkungan.
Di bidang nanokimia, Enya salah satunya sedang menekuni pemanfaatan persenyawaan hidrogen dan oksigen yang membentuk air.
Pada proses persenyawaan antara hidrogen dengan oksigen itu dapat dihasilkan energi. Energi itu dapat dialihkan menjadi energi gerak yang bermanfaat dalam pengembangan teknologi transportasi.
"Nanoteknologi di bidang nanokimia memiliki kontribusi penting dalam pengembangan energi yang ramah lingkungan," kata Enya.
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, dalam sambutan pembukaan simposium yang dibacakan Deputi Bidang Perkembangan Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bambang Sapto Pratomosunu, mengatakan, nanoteknologi merupkan suatu paradigma baru dalam pengembangan teknologi yang akan terus berkembang pesat pada masa mendatang.
"Perkembangan teknologi handphone (telepon genggam), laptop, media penyimpan data berkapasitas tinggi, serta piranti elektronik lainnya, tak dapat disangkal merupakan contoh nyata kontribusi nanoteknologi," kata Kusmayanto.
Berbagai produk nanoteknologi lain, dijelaskan Kusmayanto, diantaranya temuan sel saraf tiruan yang dapat menggantikan sel saraf manusia yang rusak. Produk nanoteknologi itu merupakan pengembangan transistor nanotube untuk penguatan sinyal. (NAW)
Sumber :
Kompas Cybermedia, 15 Juni 2007
http://teknologitinggi.wordpress.com/2010/09/02/banyak-inovasi-baru-pada-bidang-nano-teknologi-di-indonesia/
Nanoteknologi? Ini Dia :
08:47
No comments
Sejarah Teknologi Nano
- Pertama kali konsep nanoteknologi diperkenalkan oleh Richard Feynman pada sebuah pidato ilmiah yang diselenggarakan oleh American Physical Society di Caltech (California Institute of Technology), 29 Desember 1959. dengan judul “There’s Plenty of Room at the Bottom”.
- Richard Feynman adalah seorang ahli fisika dan pada tahun 1965 memenangkan hadiah Nobel dalam bidang fisika.
- Istilah nanoteknologi pertama kali diresmikan oleh Prof Norio Taniguchi dari Tokyo Science University tahun 1974 dalam makalahnya yang berjudul “On the Basic Concept of ‘Nano-Technology’,” Proc. Intl. Conf. Prod. Eng. Tokyo, Part II, Japan Society of Precision Engineering, 1974.“
- Pada tahun 1980an definisi Nanoteknologi dieksplorasi lebih jauh lagi oleh Dr. Eric Drexler melalui bukunya yang berjudul “Engines of Creation: The coming Era of Nanotechnology”.
Nanoteknologi
Teknologi-Nano adalah pembuatan dan penggunaan materi atau devais pada ukuran sangat kecil. Materi atau devais ini berada pada ranah 1 hingga 100 nanometer (nm). Satu nm sama dengan satu-per-milyar meter (0.000000001 m), yang berarti 50.000 lebih kecil dari ukuran rambut manusia. Saintis menyebut ukuran pada ranah 1 hingga 100 nm ini sebagai skala nano (nanoscale), dan material yang berada pada ranah ini disebut sebagai kristal-nano (nanocrystals) atau material-nano (nanomaterials).
Skala nano terbilang unik karena tidak ada struktur padat yang dapat diperkecil. Hal unik lainnya adalah bahwa mekanisme dunia biologis dan fisis berlangsung pada skala 0.1 hingga 100 nm. Pada dimensi ini material menunjukkan sifat fisis yang berbeda; sehingga saintis berharap akan menemukan efek yang baru pada skala nano dan memberi terobosan bagi teknologi.
Teknologi nano saat ini berada pada masa pertumbuhannya, dan tidak seorang pun yang dapat memprediksi secara akurat apa yang akan dihasilkan dari perkembangan penuh bidang ini di beberapa dekade kedepan. Meskipun demikian, para ilmuwan yakin bahwa teknologi nano akan membawa pengaruh yang penting di bidang medis dan kesehatan; produksi dan konservasi energi; kebersihan dan perlindungan lingkungan; elektronik, komputer dan sensor; dan keamanan dan pertahanan dunia.
Sumber : http://javaherbalalami.blogspot.com/p/blog-page_19.html
Tuesday, 18 March 2014
Mengenal Pembangkit Listrik Tenaga Ombak
17:16
No comments
Selama lebih dari 200 tahun penemu di seluruh dunia berlomba lomba telah mengajukan paten untuk teknologi pembangkit listrik tenaga ombak, sehingga tampaknya agak heran bahwa sumber daya energi terbarukan ini indonesia belum mampu untuk mengoptimalkanya, dengan mayoritas laut yang dimiliki seharusnya indonesia bisa mengoptimalkan pembangkit listrik tenaga ombak ini untuk menyuplai listrik di 13.000 lebih pulau di indonesia.
Tantangan utama adalah membangun sebuah sistem yang ekonomis dan menarik ditengah begitu banyak produksi energi dari teknologi lain (bahan bakar fosil nuklir) yang menerima subsidi dan sudah memiliki infrastruktur di berbagai negara. Ada beberapa pembangkit listrik tenaga ombak di beberapa tempat di seluruh dunia : Kepulauan Faroe, Islay, Skotlandia, Oahu, Hawaii (Memberikan kekuatan untuk Korps Marinir AS basis di sana), Santo, Spanyol, Portugal, dan bahkan di inggris mereka sudah mampu membuat pembangkit listrik tenaga ombak komersial pertama yang bernama "wave farm".
Dewan Energi Dunia memperkirakan bahwa kekuatan pembangkit listrik tenaga ombak bisa menghasilkan energi listrik dalam setahun 2.000 kali dari energi yang dihasilkan pembangkit berbahan bakar minyak, gas, batubara dan nuklir . dengan menghasilkan sebanyak 2 terawatts (yang 1 triliun watt) .
Tidak setiap negara adalah potensial untuk pembangkit listrik tenaga ombak. Lokasi utama yang diidentifikasi adalah Skotlandia, Kanada bagian utara, Afrika Selatan, dan Atlantik Timur Laut dan Pacific Northwest Amerika Serikat. Para ahli telah memperkirakan bahwa sistem gelombang listrik di Pacific Northwest saja bisa menghasilkan hingga 70 kW per meter garis pantai.
Tantangan utama adalah membangun sebuah sistem yang ekonomis dan menarik ditengah begitu banyak produksi energi dari teknologi lain (bahan bakar fosil nuklir) yang menerima subsidi dan sudah memiliki infrastruktur di berbagai negara. Ada beberapa pembangkit listrik tenaga ombak di beberapa tempat di seluruh dunia : Kepulauan Faroe, Islay, Skotlandia, Oahu, Hawaii (Memberikan kekuatan untuk Korps Marinir AS basis di sana), Santo, Spanyol, Portugal, dan bahkan di inggris mereka sudah mampu membuat pembangkit listrik tenaga ombak komersial pertama yang bernama "wave farm".
Dewan Energi Dunia memperkirakan bahwa kekuatan pembangkit listrik tenaga ombak bisa menghasilkan energi listrik dalam setahun 2.000 kali dari energi yang dihasilkan pembangkit berbahan bakar minyak, gas, batubara dan nuklir . dengan menghasilkan sebanyak 2 terawatts (yang 1 triliun watt) .
Tidak setiap negara adalah potensial untuk pembangkit listrik tenaga ombak. Lokasi utama yang diidentifikasi adalah Skotlandia, Kanada bagian utara, Afrika Selatan, dan Atlantik Timur Laut dan Pacific Northwest Amerika Serikat. Para ahli telah memperkirakan bahwa sistem gelombang listrik di Pacific Northwest saja bisa menghasilkan hingga 70 kW per meter garis pantai.
Sumber : http://1001sumberenergi.blogspot.com/2013/05/mengenal-pembangkit-listrik-tenaga-ombak.html
Potensi Energi Alternatif Bengkulu Belum Dioptimalkan
09:18
No comments
Bengkulu memiliki potensi energi yang cukup besar. Potensi energi ini bisa dikembangakan utuk memajukan ekonomi masyarakat di Bengkulu. Potensi energi yang bisa dikembangkan di Bengkulu adalah pemanfaatan kotoran ternak sapi untuk biogas.
Namun pengembangan biogas di Bengkulu masih terhambat oleh pola beternak yang memelihara sapi tanpa kandang. Padahal biogas dihasilkan dari kotoran sapi yang terkumpul. Di daerah lain seperti di Jawa, peternakan sapi terpusat dikandang. Kalau di Bengkulu, biogas masih sulit diterapkan karena ternak dilepas, sehingga kotoran sapi tercecer.
Deputi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bidang Ilmu Pengetahuaan Teknik, Syahrul Aiman, mengatakan, Lipi akan menurunkan tim peneliti untuk melihat sejauh mana potensi pengembangan biogas di Bengkulu."Jika kendala pola beternak bisa dirubah dengan mengandangkan ternak sapi, kotoran bisa terkumpul, lalu diolah menjadi biogas," kata Syahrul, dilansir harian KONTAN (01/10).
Pemanfaatan biogas terbukti memadai sebagai pengganti elpiji untuk keperluan rumah tangga. Selain energi biogas, masih ada potensi energi lain yang dapat dikembangkan oleh Provinsi Bengkulu. Energi itu adalah geotermal (panas bumi) dan energi listrik dari ombak pantai yang besar.(As/KTN)
Sumber : http://energitoday.com/2013/10/01/potensi-energi-alternatif-bengkulu-belum-dioptimalkan/
Namun pengembangan biogas di Bengkulu masih terhambat oleh pola beternak yang memelihara sapi tanpa kandang. Padahal biogas dihasilkan dari kotoran sapi yang terkumpul. Di daerah lain seperti di Jawa, peternakan sapi terpusat dikandang. Kalau di Bengkulu, biogas masih sulit diterapkan karena ternak dilepas, sehingga kotoran sapi tercecer.
Deputi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bidang Ilmu Pengetahuaan Teknik, Syahrul Aiman, mengatakan, Lipi akan menurunkan tim peneliti untuk melihat sejauh mana potensi pengembangan biogas di Bengkulu."Jika kendala pola beternak bisa dirubah dengan mengandangkan ternak sapi, kotoran bisa terkumpul, lalu diolah menjadi biogas," kata Syahrul, dilansir harian KONTAN (01/10).
Pemanfaatan biogas terbukti memadai sebagai pengganti elpiji untuk keperluan rumah tangga. Selain energi biogas, masih ada potensi energi lain yang dapat dikembangkan oleh Provinsi Bengkulu. Energi itu adalah geotermal (panas bumi) dan energi listrik dari ombak pantai yang besar.(As/KTN)
Sumber : http://energitoday.com/2013/10/01/potensi-energi-alternatif-bengkulu-belum-dioptimalkan/
Subscribe to:
Comments (Atom)







